pErSoNaLiTy bLoG

Senin, 08 Oktober 2012

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1 (AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

TULISAN

Praktek Kartel Sulit Dibongkar
 

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, Tadjuddin Noer Said, menuturkan bahwa praktik kartel sulit dibongkar di Indonesia. Selain karena belum didukung sistem peradilan, pengusaha "nakal" memiliki segudang cara untuk menyamarkan jejak dan meraup keuntungan dengan permainan harga.
Hal itu dikemukakan Tadjudin dalam jumpa pers di sela lokakarya Deteksi dan Identifikasi Kartel di Indonesia yang berlangsung di Hotel Aston Primera Pasteur Bandung, Senin (10/9/2012). Lokakarya ini digelar bekerja sama dengan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).
"Salah satu kedok yang sering dipakai adalah asosiasi pengusaha. Saat pertemuan, di sana terjalin kesepakatan untuk mengendalikan harga maupun pasokan barang agar sama-sama untung," ujar Tadjuddin.
Kartel adalah praktik perdagangan tidak sehat antara dua perusahaan atau lebih yang seharusnya bersaing tapi malah bekerja sama untuk mengendalikan harga agar sama-sama untung. Dengan mengatur pasokan, mereka bisa sama-sama menaikkan atau menurunkan harga barang sesuai kebutuhan. Yang menjadi korban adalah konsumen yang harus menanggung biaya di luar ongkos produksi tapi juga inefisiensi akibat kartel.
Tadjuddin menuturkan, pengusaha yang terlibat kartel memiliki kode khusus kepada pengusaha lain di seluruh wilayah Indonesia dalam mengendalikan harga. Caranya kadang tidak terduga seperti iklan pada harian nasional hingga lainnya. KPPU dituntut selangkah lebih cerdik dalam membongkar akal-akalan pengusaha ini.
Dalam UU Nomor 5/1999, praktik kartel dilarang dalam Pasal 11. Beberapa ciri-ciri dari kartel adalah indikasi kuat bahwa mereka sepakat memainkan harga bukan berdasarkan biaya produksi, pelaku kartel juga memiliki mekanisme untuk menghukum anggota yang mencoba ambil untung sendiri, hingga pelaku bisa menghalangi pemain baru masuk bila dianggap tidak bisa diajak bekerja sama.
Sumber  :  http://regional.kompas.com/read/2012/09/10/21483322/Praktek.Kartel.Sulit.Dibongkar

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1 (AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

Lanjutan Dari Tata Kerja Organisasi Kartel
 

Ada tiga sub dari tata kerja kartel ini, diantaranya :
  1. Weak Matrix => peran Manajer Proyek kuat, peran Manajer Fungsional lemah. Manajer Fungsional hanya sebagai penyedia SDA yang ada.
    Contohnya :
    http://2.bp.blogspot.com/_mJxTl_FmaYs/TMAFpH-6V_I/AAAAAAAAAJg/p8hHMjxRMiA/s1600/orgex1.jpg
  2. Balanced Matrix => peran Manajer Proyek dan Manajer Fungsional setara.
    Contohnya :
    http://4.bp.blogspot.com/_mJxTl_FmaYs/TMAFr2ioV3I/AAAAAAAAAJk/th3pM_2A5AE/s1600/orgex2.jpg
  3. Strong Matrix => peran Manajer Proyek lemah, peran Manajer Fungsional kuat. Manjer Proyek hanya sebagai koordinator proyek.
    Contohnya :

    http://2.bp.blogspot.com/_mJxTl_FmaYs/TMAFszwH3kI/AAAAAAAAAJo/LUpyVEUg5os/s1600/orgex3.jpg

    Sumber  :  http://banunrusmanu.blogspot.com/2012/10/kartel-karteladalah-persekutuan.html

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1 (AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

Tata Kerja Organisasi Kartel
 

  1. Functional Organization Structure
    • Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing-masing.
    • Komunikasinya menggunakan bottom-top communication sehingga control atasan terhadap bawahan lebih mudah, sederhana, dan tidak berulang - ulang.
    • Masing-masing bagiannya cenderung hanya fokus pada bidang kerja masing-masing dan komunikasi antar bagian cenderung kurang terbuka.
    • Pergerakan dan komunikasi tiap-tiap bagian masih tersekat - sekat.
    • Biasanya ditemukan pada organisasi - organisasi yang memproduksi barang.
  2. Project/Divisional Organization Structure
    • Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan.
    • Masing - masing kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri, mulai dari pemimpin proyek sampai divisi - divisinya.
    • Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi pengawasan pemimpin proyek terhadap proyeknya juga mudah.
    • Dibutuhkan lebih banyak SDA untuk masing - masing proyek.
    • Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) dalam pengerjaan proyek.
    • Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan inisiatif yang tinggi.
    • Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses administrasi dan birokrasi.
  3. Matrix Organization Structure
    • Terdapat pembagian berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.
    • Namun tetap menggunakan SDA dari tiap divisi yang kesemuanya secara bersama - sama menangani semua proyek.
    • Pemanfaatan SDA-nya efisien karena anggota mempunyai pekerjaan yang tetap walau proyek telah selesai.
    • Komunikasi dan sharing antar divisi lebih baik dibandingkan dengan tipe fungsional.
    • Ada keterlibatan stakeholder yang kuat.
    • Setiap anggota berkecimpung di setiap proyek yang ada, sehingga komunikasi mereka terhadap setiap atasannya yang notabene lebih dari satu bisa jadi membingungkan.
     Sumber  :  http://banunrusmanu.blogspot.com/2012/10/kartel-karteladalah-persekutuan.html

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1 (AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

Manajemen Organisasi Kartel
 

Aktivitas Manajemen Organisasi Kartel

Secara khusus manajemen organisasi kartel mempunyai dua tugas utama yaitu efektivitas dan efisiensi, dimana :
  • Effective is to do the right something. Dimana efektif merupakan pencapaian tujuan atau target.
  • efficiens is to do the something right. Sedangkan efisien adalah cara dalam mencapai tujuan atau target tersebut dengan memperkecil pengeluaran atau pemborosan, sehingga dalam menjalankan roda organisasi dengan menggunakan sedikit, mungkin sumberdaya, namun mencapai tujuan yang maksimal.
Syarat-Syarat Organisasi Kartel

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan - persyaratan yang mutlak, diantaranya :

  • Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
  • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
  • Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur - unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.

    Sumber
      : 
    http://banunrusmanu.blogspot.com/2012/10/kartel-karteladalah-persekutuan.html

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1 (AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

Struktur Organisasi Kartel


Struktur organisasi kartel mempunyai 3 macam, di antaranya :

  1. Functional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing - masing.
  2. Project/Divisional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.
  3. Matrix Organization Structure, yakni struktur organisasi gabungan dari Functional dan Projectized Structure Organization.
Sumber  :  http://banunrusmanu.blogspot.com/2012/10/kartel-karteladalah-persekutuan.html

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1 (AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

Ciri - Ciri Kartel


Adapun ciri - ciri dari organisasi Kartel, diantaranya :
  1. Adanya komponen (atasan dan bawahan),
  2. Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang),
  3. Adanya tujuan,
  4. Adanya sasaran,
  5. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati,
  6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
Adapun juga ciri - ciri dari organisasi Kartel dalam sistem kepartaian di Indonesia, diantaranya :
  1. Hilangnya peran ideologi partai sebagai faktor penentu perilaku koalisi partai,
  2. Sikap permisif dalam pembentukan koalisi.

    Sumber
      : 
    http://banunrusmanu.blogspot.com/2012/10/kartel-karteladalah-persekutuan.html

Minggu, 07 Oktober 2012

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1(AHMAD FAJAR R - 2KA36 - 18111767)

Pengertian Kartel

Istilah karte.J terdapat dalam beberapa bahasa seperti "cartel" dalam bahasa Inggris dan "kartel" dalam bahasa Belanda. "Cartel" disebut juga "syndicate" yaitu suatu kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan produsen dan lain - lain yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal, seperti harga, wilayah pemasaran dan sebagainya, dengan tujuan menekan persaingan dan meraih keuntungan.

Selanjutnya menurut Winardi kartel itu merupakan gabungan atau persetujuan (conventie) antara pengusaha - pengusaha yang secara yuridis dan ekonomis berdiri sendiri. Untuk mencapai sasaran, peniadaan sebagian atau seluruh persaingan antar pengusaha, untuk dapat menguasai pasar, harga mana biasanya tujuan pembentukan kartel, diperlukan syarat bahwa kartel mencakup bagian terbesar dari badan. Badan usaha yang ada, dengan ketentuan bahwa mereka menggarap pasaran yang bersangkutan.


Kartel adalah
kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. Berdasarkan definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap bersalah jika menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel biasanya timbul dalam kondisi oligopoli, dimana terdapat sejumlah kecil penjual.


Sumber
  : 
http://mulyahadipurnama.blogspot.com/2011/11/pengertian-dan-jenis-kartel.html
► ╬ ☻ JANGAN LUPA FOLLOW YA... ☺ ╬ ◄

Followers